Welcome to Oggix.org. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
This entry was posted on Tuesday, May 13th, 2008 at 4:45 pm and is filed under Uncategorized.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI)
membentuk kelompok kerja (pokja) untuk melobi
pemerintah agar mengizinkan penggunaan jalur bebas
hambatan (tol) bagi pengendara motor besar tersebut.
“HDCI telah membentuk pokja untuk membahas masalah
ini
dengan DPR,” ujar Djonnie Rahmat, Direktur Utama PT
Mabua Harley Davidson (MHD), di sela-sela peringatan
hari ulang tahun ke-10 MHD di ruang pamer Harley
T.B. Simatupang, kemarin.
Menurut HDCI, lobi tersebut terkait dengan keamanan
dan kenyamanan berkendara bagi pemilik sepeda motor
mewah tersebut mengingat kondisi jalan di Jakarta yang
padat dan macet.
Motor Harley menggunakan mesin berkapasitas besar
yakni 1.700 cc-tipe yang dirilis pada 2007-dengan
bobot motor sekitar 400 kg. Spesifikasi itu menuntut
ruang yang memadai terutama untuk perjalanan jarak
jauh demi keselamatan pengendaranya. Di samping itu,
dalam kondisi macet mesin menjadi cepat panas sehingga
dikhawatirkan akan mengalami over heating.
Pajak kendaraan Harley per tahun, kata dia, setara
dengan pajak bagi mobil-mobil premium a.l.
Mercedes-Benz, BMW, dan Volvo, yakni sebesar Rp4 juta.
“Jadi wajar jika pengguna motor gede ini menuntut agar
mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan fasilitas
jalan tol.”
Jika tuntutan pengguna Harley tersebut disetujui
pemerintah, peraturan tersebut tidak hanya
menguntungkan konsumen. MHD selaku diler resmi
produk-produk Harley di Indonesia pun akan mendapatkan
keuntungan berupa peningkatan penjualan.
“Minimal MHD dapat menargetkan kenaikan penjualan
sebesar 30% jika usulan ini bisa disetujui,” katanya.
Menurut Djonnie, selama ini pengendara Harley hanya
bisa menggunakan jalan tol jika diiringi petugas
patroli saat acara touring yang diikuti oleh
anggota-anggota klub motor gede tersebut.
Di luar konvoi dengan pengawalan tersebut, Harley tak
bisa melenggang bebas di tol. Akibatnya, tak jarang
banyak pengendaranya yang terpaksa melanggar peraturan
tersebut dengan masuk jalur bebas hambatan pada subuh
atau tengah malam.
“Kami tidak menginginkan hal seperti itu [melanggar
aturan], kami menginginkan sesuatu yang transparan.
Makanya kami berusaha agar peraturan tersebut bisa
diubah agar pengguna Harley bisa menikmati fasilitas tol,” lanjutnya.
Di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan
Thailand, kata dia, juga telah memberlakukan peraturan
yang mengizinkan Harley menggunakan jalan bebas hambatan.
May 13th, 2008 at 4:45 pm
Hi…Bros , This yous forum
May 13th, 2008 at 4:48 pm
hi..it’s test post..
IvanD
May 14th, 2008 at 8:59 am
Harley masuk tolllll……
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI)
membentuk kelompok kerja (pokja) untuk melobi
pemerintah agar mengizinkan penggunaan jalur bebas
hambatan (tol) bagi pengendara motor besar tersebut.
“HDCI telah membentuk pokja untuk membahas masalah
ini
dengan DPR,” ujar Djonnie Rahmat, Direktur Utama PT
Mabua Harley Davidson (MHD), di sela-sela peringatan
hari ulang tahun ke-10 MHD di ruang pamer Harley
T.B. Simatupang, kemarin.
Menurut HDCI, lobi tersebut terkait dengan keamanan
dan kenyamanan berkendara bagi pemilik sepeda motor
mewah tersebut mengingat kondisi jalan di Jakarta yang
padat dan macet.
Motor Harley menggunakan mesin berkapasitas besar
yakni 1.700 cc-tipe yang dirilis pada 2007-dengan
bobot motor sekitar 400 kg. Spesifikasi itu menuntut
ruang yang memadai terutama untuk perjalanan jarak
jauh demi keselamatan pengendaranya. Di samping itu,
dalam kondisi macet mesin menjadi cepat panas sehingga
dikhawatirkan akan mengalami over heating.
Pajak kendaraan Harley per tahun, kata dia, setara
dengan pajak bagi mobil-mobil premium a.l.
Mercedes-Benz, BMW, dan Volvo, yakni sebesar Rp4 juta.
“Jadi wajar jika pengguna motor gede ini menuntut agar
mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan fasilitas
jalan tol.”
Jika tuntutan pengguna Harley tersebut disetujui
pemerintah, peraturan tersebut tidak hanya
menguntungkan konsumen. MHD selaku diler resmi
produk-produk Harley di Indonesia pun akan mendapatkan
keuntungan berupa peningkatan penjualan.
“Minimal MHD dapat menargetkan kenaikan penjualan
sebesar 30% jika usulan ini bisa disetujui,” katanya.
Menurut Djonnie, selama ini pengendara Harley hanya
bisa menggunakan jalan tol jika diiringi petugas
patroli saat acara touring yang diikuti oleh
anggota-anggota klub motor gede tersebut.
Di luar konvoi dengan pengawalan tersebut, Harley tak
bisa melenggang bebas di tol. Akibatnya, tak jarang
banyak pengendaranya yang terpaksa melanggar peraturan
tersebut dengan masuk jalur bebas hambatan pada subuh
atau tengah malam.
“Kami tidak menginginkan hal seperti itu [melanggar
aturan], kami menginginkan sesuatu yang transparan.
Makanya kami berusaha agar peraturan tersebut bisa
diubah agar pengguna Harley bisa menikmati fasilitas tol,” lanjutnya.
Di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan
Thailand, kata dia, juga telah memberlakukan peraturan
yang mengizinkan Harley menggunakan jalan bebas hambatan.